Pages

Sabtu, 07 Februari 2015

PIAGAM MADINAH SEBAGAI WUJUD TOLERANSI UMAT BERAGAMA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Negara Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan kebudayaan. Keberagaman kebudayaan di Indonesia disebabkan oleh banyaknya suku atau ras yang mendiami pulau-pulau di Indonesia. Dari berbagai suku tersebut terciptalah sebuah tradisi yang berbeda-beda hingga menimbulkan keanekaragaman budaya dan etnis yang mampu memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia.
            Selain, beranekaragam budaya yang dapat dijumpai di Indonesia, masyarakat Indonesia juga memiliki agama yang beragam. Sebagaimana, yang telah diketahui sebelumnya bahwa agama Islam merupakan agama yang paling banyak pemeluknya. Hal ini juga terbukti di wilayah Indonesia, hampir mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Secara historis agama Islam bukanlah agama yang pertama kali masuk dan berkembang di Indonesia, telah lebih dahulu agama Hindu Buddha yang berkembang di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, keruntuhan kerajaan-kerajaan besar yang bercorak Hindu Buddha seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Singhasari memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan masyarakat pada masa itu. Perlahan-lahan ajaran agama Islam dapat diterima oleh masyarakat Indonesia tentunya hal ini disebabkan oleh beberapa faktor pendukung diantaranya agama Islam tidak mengenal kasta seperti yang terdapat dalam agama Hindu, selain itu Islam juga tidak pernah memaksa masyarakat untuk masuk ke dalam ajarannya. Bagi para penyebar agama Islam lebih menekankan pada unsur perdamaian dan menghindari penyebaran agama Islam melalui jalur kekerasan. Pada masa Islam telah berkembang dengan pesat di Indonesia, masih terdapat beberapa kelompok masyarakat yang memeluk agama Hindu Buddha, bahkan masih ada yang mempertahankan ajaran nenek moyang seperti animisme dan dinamisme.
            Hal ini jelas tampak sekali pada corak masyarakat saat ini. Di tengah-tengah lingkungan masyarakat tidak hanya agama Islam saja yang berkembang tetapi juga agama-agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta Konghucu. Semua ajaran agama tersebut berkembang di lingkungan masyarakat secara damai dan tanpa kekerasan dalam bentuk diskriminasi umat beragama tertentu. Islam sendiri merupakan sebuah agama yang menjunjung tinggi perdamaian, dalam kehidupan sehari-hari Islam juga selalu mengajarkan toleransi kepada umatnya terhadap pemeluk agama lain.
            Sebuah sejarah tentang Islam mengenai toleransi tinggi terhadap pemeluk agama lain telah ada sejak jaman Nabi yang dibuktikan dengan adanya Piagam Madinah. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas wujud toleransi antar umat beragama yang diberi judul “Piagam Madinah Sebagai Wujud Toleransi Beragama”. Adapun hal-hal yang dibahas antara lain pandangan agama Islam dalam toleransi beragama serta cara menghindari konflik antar umat beragama.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimana pandangan agama Islam mengenai toleransi beragama?
  2. Bagaimana cara menghindari konflik antar umat beragama ?

1.3  Tujuan
1.      Mendiskripsikan pandangan agama Islam mengenai toleransi beragama.
2.      Mendiskripsikan cara menghindari konflik antar umat beragama

1.4  Landasan Normatif
Toleransi antar umat beragama itu mutlak perlu dilakukan dalam setiap elemen manusia yang berbeda keyakinan, sehingga tidak terjadi yang namanya kefanatikan diantara umat yang satu dengan umat yang lainnya. Kefanatikan diantara umat beragama tentunya akan berdampak negative, seperti halnya antara umat satu dengan lainnya menganggap bahwa umat yang berbeda keyakinan itu salah dan harus dimusuhi. Seperti yang sudah dijelaskan dalam buku Aktualisasi Pendidikan Islam hal. 307 yang menjelaskan mengenai radikalisme atau kefanatikan dalam suatu umat beragama, sebagai contoh: akibat dari kefanatikan atau keradikalan tersebut menimbulkan aksi penyerangan terhadap umat yang berbeda keyakinan seperti halnya aksi terorisme.
Sebagai contoh aksi dari radikalisme tersebut ialah: Timbulnya aksi kekerasan seperti tragedi Black Tuesday World Trade Center (WTC) pada 11 september 2001 di Amerika Serikat atau tragedy bom di Legian Bali dan pengeboman Hotel JW Marriot di Jakarta, yang mengakibatkan ratusan nyawa melayangsebagai akibat dari aksi terorisme tersebut.
Padahal dalam islam sudah dijelaskan bahwa islam adalah agama yang cinta perdamaian, nabi Muhammad SAW adalah cerminan dari itu, ketika nabi diolok olok dan bahkan sampai dilempari kotoran hewan oleh kaum yang berbeda keyakinan dengan nabi, nabi tetap sabar dan ikhlas karena dengan kesabaran tersebut akhirnya nabi dapat menyebrkan islam sampai detik ini.




















 BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PANDANGAN  ISLAM MENGENAI TOLERANSI BERAGAMA
            Kata toleransi memiliki makna saling menghargai dan menghormati. Dalam hal ini yang dimaksud dengan menghargai dan menghormati adalah menghargai agama yang dipeluk oleh orang lain. Kebebasan dalam beragama merupakan dasar dari sebuah kerukunan di lingkungan masyarakat.
            Sikap toleransi dalam beragama dapat dilihat dari faktor sejarahnya yaitu diciptakannya sebuah Piagam Madinah pada zaman Nabi. Piagam Madinah merupakan sebuah bentuk perjanjian yang telah dirumuskan oleh Nabi Muhammad SAW. Adapun tujuan dari dibentuknya Piagam Madinah adalah untuk mengatur hubungan masyarakat di Madinah yang berasal dari kaum Muslim, Nasrani, dan beberapa kelompok Yahudi. Di mana butir-butir yang menegaskan toleransi beragama adalah sikap saling menghormati di antara agama yang ada dan tidak saling menyakiti serta saling melindungi anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. Mengenai pembentukan Piagam Madinah terdapat beberapa hal penting yang menjadi pokok pemikiran Nabi diantaranya, ancaman dari kaum kafir Quraisy yang sangat besar terhadap kedatangan Nabi di Madinah, terjadinya sebuah ikatan persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar yang mengikat semua orang Muslim menjadi satu kesatuan, serta mayoritas penduduk Madinah merupakan orang-orang Yahudi. Dalam hal ini Piagam Madinah mencakup 3 pihak yaitu kaum Anshar,Muhajirin, dan Yahudi. Pada dasarnya Piagam Madinah menjamin hak-hak sosial maupun hak beragama bagi orang Yahudi dan Muslim dalam menetapkan tugas.
            Islam sendiri bukan merupakan sebuah agama yang menutup diri dengan agama lain, justru Islam merupakan agama yang membuka diri bagi setiap masyarakat. Di dalam ajaran agama Islam selalu menekankan pada perbuatan baik dan adil, serta senantiasa menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Bentuk dari kerjasama ini adalah dalam bidang penyelenggaraan pendidikan, pemberantasan penyakit sosial, dan pembangunan ekonomi untuk mengatasi kemiskinan.
            Namun, dalam hal ini yang perlu digaris bawahi adalah Islam tidak menganjurkan untuk melakukan toleransi dalam hal agama sebab hal ini diartikan sama dengan mengakui kebenaran semua ajaran agama serta bersedia untuk mengikuti semua ajaran-ajarannya. Hal ini tentu sangat dilarang dalam agama Islam.

2.2 CARA MENGHINDARI KONFLIK ANTAR UMAT BERAGAMA
            Banyaknya agama yang terdapat di dalam Indonesia seringkali mengakibatkan konflik atau permasalahan antar umat beragama, tentunya hal ini dilatar belakangi oleh beberapa sebab diantaranya terlalu mengagungkan agama masing-masing dan memandang rendah agama lain, tidak mampu memahami hakikat agamanya masing-masing sehingga menimbulkan konflik. Sebagai contohnya adalah kasus bom Bali yang menghancurkan hotel World Trade Centre, hal ini yang menyebabkan pandangan masyarakat luar tentang terorisme selalu dilakukan oleh orang-orang yang memeluk agama Islam selain itu muncul pula pandangan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang menjadi gudang terorisme hanya karena mayoritas penduduk Indonesia adalah kaum muslim. Untuk menghadapi serta mencegah situasi seperti yang digambarkan tersebut terdapat beberapa solusi alternatif yang bisa dilakukan antara lain dengan mengadakan pertemuan lintas agama dengan para pemuka agama selain untuk memupuk persaudaraan universal juga berfungsi untuk mempererat persatuan dan kesatuan sebagai masyarakat yang beragama, memperdalam dan memahami ajaran agama masing-masing agar tidak terjadi salah tafsir dalam praktiknya, menghormati dan menghargai agama lain serta tidak memandang rendah agama lain selain itu diperlukan juga sebuah pendidikan yang tidak hanya mempertemukan beberapa anak pemeluk agama yang berbeda-beda namun juga mencerahkan pikiran dan memungkinkannya untuk membuka diri terhadap orang lain. Bagi Pemerintah sebaiknya tidak membeda-bedakan agama yang satu dengan agama yang lain dalam artian mampu bersikapadil dan tidak berat sebelah.



BAB III

3.1 Studi Kasus
            Saat ini negara Indonesia dan dunia tengah disibukkan dengan ancaman gerakan baru yaitu ISIS yang merupakan kekuatan militer dari negara Irak dan Suriah. Tujuan utama dari gerakan tersebut adalah untuk mendirikan negara yang berbasis Islam, dalam gerakan tersebut juga banyak terdapat kekerasan ditambah dengan pembantaian beberapa anggota ISIS yang terjadi di daerah Malang, NTB, Ciputat, serta Banten. Gerakan ISIS juga menyebar teror kekerasan di publik, gerakan ini juga menganggap ajaran yang dianutnya merupakan ajaran yang paling bena, namun kenyataannya ajaran tersebut berada pada jalan yang sesat. Gerakan ISIS juga disinyalir mengancam kedaulatan negara.

3.2 Analisa
Dalam kasus gerakan ISIS yang saat ini merebak di kalangan kaum muslim memberikan ancaman yang besar bagi masyarakat utamanya kaum muslim. Di Indonesia sendiri, gerakan ini mulai menyebar ke beberapa wilayah dan memiliki pengikut yang lumayan banyak. Gerakan ISIS merupakan gerakan yang ingin mendirikan sebuah negara berbasis Islam, di kalangan pengikut ISIS menganggap bahwa ajaran kelompok mereka merupakan ajaran yang paling benar, ditambah dengan memaksa masyarakat untuk ikut dalam ajaran mereka.
Jelas sekali hal ini bertentangan dengan ajaran agama Islam utamanya mengenai hal toleransi antar umat beragama. Gerakan ISIS memilih negara Indonesia sebagai salah satu objek dalam melancarkan gerakan dan mencari pengikut dengan beberapa alasan diantaranya, Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk besar dan mayoritas agamanya adalah Islam.
Selain itu, kondisi masyarakat Indonesia sangat terbuka dengan hal-hal baru dan selalu memiliki rasa toleransi tinggi terhadap agama, hal inilah yang banyak dimanfaatkan oleh para anggota ISIS untuk mencari pengikut yang berasal dari Indonesia. Mengenai hal ini, memang kembali agama Islamlah yang dijadikan lumbung dari persoalan gerakan ISIS, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang lebih parah lagi yaitu pandangan dari agama lain yang bersifat negatif dan dikhawatirkan akan menimbulkan konflik antar umat beragama.

3.3 Solusi
Maraknya gerakan ISIS yang melanda Indonesia dan beberapa negara lainnya memang memberikan ancaman yang besar bagi masyarakat dan Pemerintah sebab ISIS juga mengancam kedaulatan sebuah negara. Oleh karen itu,diperlukan kerjasama yang cukup antara Pemerintah dengan masyarakat.
Beberapa solusi alternatif mengenai pencegahan gerakan ISIS adalah dengan memahami secara keseluruhan ajaran agama yang dianut, bagi umat Islam hendaknya selalu mengedepankan semangat ukhuwah islamiyah dan kerukunan nasional dengan demikian tidak akan terjadi perpecahan dan adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang dapat merugikan umat yang lebih besar.



















BAB IV
PENUTUP

4.1 Simpulan
Agama Islam merupakan agama yang tidak menutup diri  bagi agama-agama lain, selain itu ajaran agama Islam tidak pernah memberikan anggapan kepada masyarakat bahwa ajaran Islam merupakan sebuah ajaran yang paling benar dibandingkan dengan ajaran agama-agama yang lain. Islam selalu menekankan pada perdamaian, serta anti kekerasan. Melalui praktiknya di lingkungan masyarakat, Islam selalu memberikan toleransi terhadap agama-agama lain artinya Islam senantiasa menghormati dan menghargai pemeluk-pemeluk agama lain. Namun, Islam juga memberikan batasan yang tegas terhadap para pemeluknya mengenai perihal toleransi yaitu tidak diperkenankan untuk saling bertoleransi dalam hal keagamaan sebab hal ini dianggap sama saja dengan mengakui kebenaran semua agama dan bersedia untuk mengikuti semua ajaran-ajarannya.

4.2 Saran
Bagi para generasi muda bangsa sebaiknya lebih giat memperdalam ajaran agama masing-masing sehingga mampu menafsirkan ajaran agamanya dengan benar dan tidak mengandung unsur kesesatan.
Selain itu, bagi masyarakat hendaknya tidak selalu memiliki rasa curiga yang berlebihan terhadap agama satu dengan agama yang lain, hal ini bisa saja menjadi pemicu utama dari konflik antar umat beragama.








DAFTAR RUJUKAN

Ajat, Sudrajat. 2008. Din Al Islam. Yogyakarta: UNY Press
Fatih, Abduh. Online
Hamdan, Farchan. Dari Teologi Profesional ke Teologi Praktisi. Kompas, 15 Februari 1999
Harian Singgalang. Pergerakan ISIS dan Dampaknya. Online
            (hariansinggalang.co.id) diakses pada tanggal 30 Januari 2015
Imarah, Muhammad. 1999. Islam dan Pluralitas: Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan. Jakarta: Gema Insani Press
Tim Dosen PAI UM. 2011. Aktualisasi Pendidikan Islam: Respons Terhadap Problematika Kontemporer. Surabaya: Hilal Pustaka











0 komentar:

Posting Komentar