Pages

Jumat, 31 Januari 2014

ISL 2014, Kompetisi Setengah Hati?

Liga Indonesia kembali akan bergulir akhir pekan ini. (Foto: Hayu Yudha)
Kompetisi sepak bola di Indonesia akan segera melakoni babak baru. Indonesia Super League (ISL) 2014 merupakan liga unifikasi setelah dalam tiga tahun terakhir terjadi dualisme. Penyatuan kompetisi ini sedikit membawa harapan baru sepak bola nasional mampu kembali berbicara banyak di kancah internasional.
Menariknya, meski merupakan penyatuan dua kompetisi sebelumnya, komposisi peserta condong kepada tim-tim yang sebelumnya berlaga di ISL 2013. Dari 22 tim peserta ISL 2014, 18 di antaranya berasal dari kompetisi yang sama. Sedangkan empat tim lain diambil dari Indonesian Premier League 2013.
Terpilihnya 22 tim untuk bertarung di ISL 2014 merupakan hasil dari verifikasi yang dilakukan PSSI pada akhir 2013. Tapi, dari lima poin verifikasi (baca boks, Red) ternyata tidak semuanya bisa dipenuhi oleh klub-klub peserta. Melalui perundingan anggota Komite Eksekutif PSSI, akhirnya ditentukan hanya menggunakan dua aspek.
“Dari seluruh tim yang menjalani proses verifikasi, tujuh dari IPL dan 18 ISL, sebenarnya tidak ada satu pun yang lolos ketika diterapkan lima aspek yang dipatok. Rapat Exco akhirnya memutuskan hanya memfokuskan terhadap dua aspek yaitu infrastruktur dan finansial. Dengan demikian kami mendapatkan empat klub IPL dan 18 klub ISL,” jelas Djoko Driyono, Sekretaris Jenderal PSSI.
Penjelasan Djoko seolah menegaskan bahwa mayoritas klub-klub Indonesia belum siap untuk menuju jenjang profesional penuh. Padahal, saat berubah dari Liga Indonesia menjadi ISL pada 2008, salah satu tujuannya adalah ingin mengubah seluruh klub peserta menjadi lebih profesional.
Akan tetapi, setelah lima tahun bergulir, ternyata masih saja sulit mendapatkan klub yang sudah profesional penuh. Indikasinya adalah kesulitan menemukan klub yang mampu memenuhi lima poin verifikasi. Hingga akhirnya, PSSI melalui rapat Komite Eksekutif, memilih berdamai dengan hanya mengambil dua poin saja.

0 komentar:

Posting Komentar